04 September 2008

MA’LUMAT MILITER 31 Maret 1949

NEGARA ISLAM INDONESIA
MA’LUMAT MILITER



Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu ‘alaikum w.w.,
Barang disampaikan Allah kiranja kepada selu-ruh Angkatan Perang/Pemimpin-Pemimpin, Warga-Negara Islam Indonesia, diseluruh Indonesia.

Tentang: Bendera Negara, Bendera Tentara dan Bendera Negara/ Tentara dimasa Perang
MENGINGAT:
1. Sidang Dewan Imamah jang ke IV (tg. 24/25 Agustus 1948), dimana djuga diputuskan 3 (tiga) matjam bendera untuk Negara Islam Indonesia, c,q.:
a. Bendera-Negara: “Merah-Putih-ber-Bulan-Bintang” (vide “Qanun Asasy” Bab XIV Pasal 35);
b. Bendera-Tentara: “Hidjau-(dasar)-ber-Bulan-Bintang(putih).
c. Bender-Negara/Tentara dalam keadaan Perang (in staat van oorlog): “Merah-(dasar)-ber-Bulan-Bintang (putih)”.
2. Bahwa belum ada penetapan ukuran dan rupa dari ketiga matjam Bendera tsb., sehingga terdapat ketidak samaan (tidak uniform).
3. Negara Islam Indonesia ada dalam keadaan Perang (in staat van oorlog).

MEMUTUSKAN:
1. Menetapkan matjam/rupa/ukuran daripada ketiga Bendera-bendera tsb. di atas (vide lampiran keterangan).
2. Memerintahkan keseluruh Angkatan Perang dan Alat-alat/kelengkapan Negara Islam Indonesia lainnja:
“Memakai/menaikkan/mengibarkan, selama Negara Islam Indonesia ada dalam keadaan Perang”; “Bendera Negara/Tentara Dalam Keadaan Perang”. (Dasar “Merah ber-Bulan-Bintang” “Putih”).
3. Ma’lumat Militer No. II ini, mulai berlaku pada hari-tanggal 31 Maret 1949.
Fa idza ‘azamta, fatawakkal ‘alallah……! La haula wala quwwata illa billahil-‘alijjil-‘adzim! Bismillahi…. Allahu Akbar!!

Wassalam,
Madinah, 31 Maret 1949, djam 18.00
KOMANDEMEN TERTINGGI
ANGKATAN PERANG NEGARA ISLAM INDONESIA,
Kepala Staf Umum:


BINTANG-BULAN


KETERANGAN : (lihat “tjontoh gambar”)

I. Bendera Negara (“Merah-putih-Berbulan-Bintang”).
A. Dasar:
1. A B F E = merah (“tjabe”);
2. E F D C = putih (“bersih”);
3. A B : A C (pandjang : lebar) = 3 : 2.
(baik ambil ukuran 1,80 meter: 1,20 meter atau 0,90 meter: 0,60 meter);
4. A E = B C = B F = F D
B. Bulan:
1. Straal bulan (M1 N) = 2/3 A E = 2/3 G M1;
2. As bulan (I J) = 45.

Tjara membuatnja:
a. Ukuran G I = G M = H J, dan sambunglah I dengan J, maka L (sudut) E M, G dengan sendirinja terbagi di dalam 2 buah sudut jang sama, c.q. tiap-tiapnja 45o. Begitulah pula G K = G M1 = H L dan sambunglah K dengan L;
b. Ukuran M1 M2 = 1/3 straal bulan lingkaran bintang (lihat gambar).
c. Buatlah lingkaran (cirkel) M1 dan M2 dengan straal M1 N itu.
C. Bintang: di atas dasar A B F E
1. Di atas dasar A B F E.
2. Straal (lingkaran) bintang = 1/3 straal bulan;
3. Udjung (kaki) jang satu daripada Bintang itu djatuh atas garis K. M1 F.
Tjara membuatnja:
a. Untuk mendapatkan straal bintang = 1/3 straal bulan mudah sekali. Kita sudah tahu, bahwa G M = 1/3 G M = 1/3 A E; M1 P = straal bulan; sambung G dengan P; Buatlah garis N Q sedjadjar ( // ) dengan P G (atau L P G M1 = L Q N M1, maka P Q = 1/3 P M1 = straal (lingkaran) bintang.
Titik tengah (midlepunt) bintang letaknya di garis M1 K.
Ukurlah M1 O = O O R.
= O = midlepunt lingkaran bintang.
b. Buatlah lingkaran dengan titik tengah O, straal = P Q = 1/3 straal bulan. Bagilah lingkaran tsb. dengan 5 (lima) titik jang sama djaraknja satu dengan jang lainnja. Titik tsb. ialah untuk sudutnja bintang, dengan diberi nama a, b, c, d, dan e. Sambunglah garis a dengan e, b dengan d, c dengan e, e dengan b dan a dengan d!
D. Bulan:
Jang terletak diatas dasar A B E F: merah (tjabe).
E. Bintang: putih (“bersih”).

II. Bendera Tentara:
Seperti sub I, hanja dasar (semua) A B D C hidjau (“lukut”), sedang Bulan-Bintangnja; putih (“bersih”).


III. Bendera Tentara/ Negara dalam Keadaan Perang:
Seperti sub I, hanja dasat (semua) A B D C: Merah (“cabe”), sedang Bulan-Bintang-nja; Putih (“bersih”).

Keterangan : L = sudut.

--------------

No comments: