27 March 2006

S.M. Kartosoewirjo, Kongres Liga, Fadjar Asia, (25 April 1929).

Kongres Liga

Fadjar Asia, (25 April 1929)

Loedjnah Tanfidhijah Partij Sarekat Islam Indonesia menerima soerat oendangan dari “Liga Melawan Imperialisme dan bagi kemerdekaan Kebangsaan,” berhoeboeng dengan kongresnja jang akan diadakan di Parijs moelai tanggal 20 Djoeli j.a.d.
Soerat Oendangan
Oentoek toeroet hadhir dalam kongres dari Liga Melawan Imperialisme dan boeat Kemerdekaan Nasional, pada tanggal 20 Juli sampai 31 Juli di Paris. Pokok Pembitjaraan:
1. Tentang persatoean dan sarekat2 dan organisasi2 jang anti-imperialist di dalam Liga melawan Imperialisme.
Pembitjara: Henri Barbusse (Perantjis), James Maxton M.P. Lid dari parlement dan voorzitter dari I.L.P. (Partij merdika dari kaoem boeroeh Inggeris).
2. National kongres dari India dan kongres dari kaoem boeroeh dan kepentingannja boeat kemerdekaan India. Pembitjara: Oetoesan dan wakil2 dari doea organisasie ini.
3. Pemerintah Nanking, Kuo Mintang dan sikapnja terhadap kepada pergerakan melawan Imperialisme di Tiongkok. Pembitjara: Madame Sun Yat Sen dan wakil2 dari kaoem boeroeh diantero Tiongkok.
4. Pemoelaannja perlawanan oentoek kemerdekaan di Indo-China. Indonesia dan Philipynen. Pembitjara: Wakil2 dari kaoem tani dari Philipynen dan wakil2 dari pergerakan nasional dari Indonesia dan Indo-china.
5. Kepentingannja berlawanan bersama-sama terhadap Imperialisme dari negeri2 Arab (Asia Barat: S.M.K.). Pembitjara: Wakil dari pergerakan nasional dari negeri Arab.
6. Perlawanan dari Ra’jat Persia terhadap kepada serangan2 Imperialisme. Pembitjara Wa-kil dari Partij sosial dari Persia.
7. Perlawanan oentoek kemerdekaan dari orang Negeri di Afrika dan Amerika. Pembitjara: Professor Pickens U.S.A., Oetoesan dari Nasional Kongres Afrika Selatan, Wakil dari Afrika Tengah.
8. Amerika Selatan terhadap Imperialisme Inggeris dan Amerika Oetara.
Pembitjara: Roger Baldwin U.S.O., Oetoesan dari djenderal Sandina dari Nigaragua dan Diego Riviera dari Mexico.
9. Kewadjiban dari kaoem boeroeh di dalam perlawanan terhadap kepada Imperialisme.
Pembitjara: A.J. Cook Sekretaris kaoem boeroeh tambang dinegeri Inggeris. Melnits-chanski Wakil dari kaoem boeroeh Rusland, Andrews Wakil dari kongres kaoem boeroeh dari Afrika Selatan dan lain2 oetoesan dari kaoem boeroeh Amerika Selatan, India dan Afrika.
10. Keadaannja sosial, politik dan ekonomi dari orang perempoean di tanah2 djadjahan.
Pembitjara: Madame Duchesne, Voorzitter dari Liga Internasional dari orang perempoean perdamaian dan kemerdekaan. Frau Dr. Helene Stocker Djerman, Wakil dari pergerakan dari orang perempoean di tanah djadjahan.
11. Doea tahoennja Liga. Keadaan politiek dan organisasi dari Liga.
Pembitjara: Willi Minzenberg. Lid dari Ryksdag, sekretaris dari Liga.
12. Organisasi a) statuten b) perpilihan c) tempat dan tempo boeat Congres Doenia jang akan datang.
13. Lain-lainnja.
Sebeloemnja congres, bakal diadakan konferenti international melawan imperlialisme dari kaoem pemoeda.
Congres International anti Imperialist dari Pemoeda2
Tentang program, tempat dan waktoenja nanti akan di kasih kabar kepada sekalian toean2 jang akan toeroet. Kami oendang toean2 poenja organisasi, soepaja toeroet datang ini congres dan kami harap djangan sampai meliwati tanggal 1 Mei 1929, atau toean poenja organisasi bisa mengaboelkan oendangan kami. Dan soepaja diberi kabar toean maoe dalam hal material dan lain2 lagi.
Kami kata poela bawa bureau congres akan mengoeroes hal2 pas, material, hotel dan lain2nja, apa bila kita sampai tanggal 1 Mei menerima toean poenja kesanggoepan akan datang. Semoea soerat haroes dialamatkan kepada international sekretariat dari Liga Melawan Imperialisme, Berlin s.w. 48 Friedrichstrasse 24.
Atas nama Pengoeroes Harian dari Liga Melawan Imperialisme dan Boeat Kemerdekaan Kebangsaan.
Voorzitter
JAMES MAXTON M.P.
Beginilah boenjinja soerat oendangan dari Liga Melawan Imperialisme dan bagi Kemerdekaan Kebangsaan itoe, seroean mana kita samboet dengan segala kegembiraan hati. Sebagaimana telah diketahoei dan beloem lama berselang soedah kita rawaikan dalam soerat chabar kita ini, berhoeboeng dengan soeatoe berita dalam ,,The Anti-Imperialist”, madjalah Liga, maka dalam Kongres P.S.I. Indonesia (doeloe: Hindia-Timoer) di Pekalongan tahoen 1927 telah dipoetoeskan poela, bahwa Pimpinan Harian dari P.S.I. Indonesia dikoeasakan boeat mentjari perhoeboengan dengan Liga Melawan Imperialisme dan bagi Kemerdekaan Kebangsaan dengan tjara toelis-menoelis (correspondentie). Semendjak itoe poen antara kedoea belah fihak terdjadilah perhoeboengan (persahabatan), walaupoen hingga kini, P.S.I. Indonesia beloem mendjadi loear kalangan Liga terseboet, tegasnja: P.S.I. Indonesia beloem mendjadi salah satoe anggauta dari Perkoempoelan boeat segala Bangsa itoe (teroetama bangsa jang merasakan tindisan kaoem “Angkoro Moerko” atau Bangsa2 jang mendjadi pendoe-doek Tanah Djadjahan di moeka boemi ini) jang hendaknja akan melepaskan ikatan diri bangsa2 itoe dengan djalan melawan kaoem Imperialist jang amat berangkoro-moerko itoe, jang selaloe menimboen-nimboenkan segala kekajaan dan harta benda dari tanah2 orang2 lain jang diperolehnja dengan tjara jang koerang senonoh, malahan dengan tjara jang sama sekali bertentangan dengan faham kemanoesiaan dan keoetamaan atau seolah-olah dengan tjara merampas hak-hak dan hasil tanah2 jang boekan miliknja itoe.
Boekan main riboetnja kaoem jang tidak setoedjoe dengan langkah kita itoe. Alat perkakas pengintai2 bekerdja keras dan lain2 perkakas jang katanja dipergoenakan boeat mendjaga ketertiban dan keamanan oemoem poen tidak koerang giat mendjalankan rolnja. Sampai pada waktoe itoe dalam Kongres di Pekalongan terseboet di adakan pendjagaan jang amat keras dan loeas, seolah2 seperti hendak diterbitkan……keonaran.
Ta’ perloelah agaknja segala riwajat itoe kita oelangi lagi, sebab kita pandang ta’ bergoena lagi, bahkan malahan djadi akan dapat membangoenkan. Kita bekerdja keras oentoek menoedjoe dan mentjapai atau setidak-tidaknja mendekati tjita-tjita kita, itoelah memang soedah mendjadi kewadjiban kita. Kaoem reaksi jang mendjadi sendi pemerintahan rolnja dengan ta’ ada berhentinja, seolah-olah seperti tidak mengenal soesah-pajah, itoelah poela mendjadi “penggotanja” (pekerdjaannja) sehari-hari boeat mentjari dan mendapat sesoeap nasi. Djadi bagi kita kegiatan mereka itoe boekan soeatoe kedjadian jang kita anggap loear biasa atau beloem pernah terdjadi (biarpoen djarang terdjadi dalam negeri jang merdeka, atau sangat djarang terdjadi dalam tanah djadjahan sekalipoen). Inilah kejakinan kita.
Hatta, maka berhoeboeng dengan Rapat Besar Tahoenan dari Liga Melawan Imperialisme dan Bagi Kemerdekaan Kebangsaan itoe kita mengoetjapkan “Selamat berkongres dan mendo’a moedah-moedahan tertjapailah dengan selekas-lekasnja segala apa jang dimaksoedkannja terlebih-lebih jang bakal bermanfa’at oentoek negeri toempah darah kita Indonesia, dan berhasillah segala daja oepaja dan ichtiar mereka itoe boeat membela kaoem jang lemah jang hingga kini masih djoega beloem mempoenjai hak sebagaimana mestinja, baik menoeroet dan mengingat faham mana dan apa poen djoega.
S.M. Kartosoewirjo

No comments: